Banda Aceh – Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan proses perpindahan peran anak sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD dan penyesuaian diri anak dengan lingkungan belajar baru. Kesiapan bersekolah harus berangkat dari tujuan pembelajaran yang sesungguhnya, yaitu memastikan setiap anak mendapatkan haknya memiliki kemampuan fondasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sehingga, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah upaya untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya terlepas dari manapun titik berangkat anak.
Dalam rangka melakukan penyadaran dan perubahan perilaku dari berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan transisi anak di PAUD ke SD yang menyenangkan, maka diperlukan adanya gerakan yang masif dan konstruktif untuk memaknai penguatan transisi PAUD hingga SD kelas 2 (dua) sebagai bentuk pemenuhan hak setiap anak. Penguatan transisi PAUD-SD sangat penting untuk mengubah miskonsepsi di lapangan, misalnya masih banyak praktik PPDB serta pembelajaran yang belum mencerminkan pemahaman bahwa membangun kemampuan fondasi merupakan suatu proses bertahap dan berkelanjutan yang dibangun sejak PAUD hingga SD kelas awal.
Oleh karena itu untuk mendukung program tersebut Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Program Transisi PAUD-SD Tahun 2023 kepada Bunda PAUD beserta kelompok kerjanya serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota serta Kementerian Agama yang ada di Provinsi Aceh yang bertempat di Hotel Hermes Palace, pada tanggal 11 s.d. 13 Juli 2023.
Rapat Koordinasi ini dibuka oleh Penjabat Ketua Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Ayu Candra Febiola Nazuar, sebagai narasumber Plt. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Ibu Komalasari, M.Pd. yang memberikan paparan materi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Direktur PAUD Kemdikbudristek RI, Komalasari, mengatakan, program transisi PAUD/RA ke SD/MI yang menyenangkan, untuk meluruskan miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan anak usia dini dan SD yang dinilai masih sangat kuat di tengah masyarakat. Saat ini, kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung, kemampuan calistung dianggap sebagai satu- satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan, dan tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD, sebutnya. Padahal, kata Komalasari, membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran dapat tercapai, sehingga anak merasa senang dalam belajar, anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha.
BPMP Provinsi Aceh
Dari Aceh Untuk Indonesia






