BPMP Provinsi Aceh _ Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di berbagai kabupaten/kota se-Aceh pada hari kedua, Selasa (7/4/2026), secara umum berjalan lancar. Meskipun demikian, sejumlah kendala teknis seperti gangguan jaringan internet, mati listrik, hingga keterlambatan akses server dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan ringkasan yang dihimpun tim pemantau BPMP Provinsi Aceh, sebagian besar satuan pendidikan melaksanakan TKA dengan moda daring. Partisipasi terbilang tinggi, dengan tingkat kehadiran mencapai hampir 100 persen di banyak tempat.
Sejumlah kabupaten/kota melaporkan pelaksanaan TKA berjalan aman dan tertib. Di Kota Lhokseumawe, pelaksanaan di SMP Negeri 3 berlangsung semi-daring dengan 66 siswa hadir tanpa kendala. Demikian pula pelaksanaan TKA SMPN 5 Seunagan dan SMPN 1 Seunagan di Kabupaten Nagan Raya sukses menggelar ujian secara online dengan kehadiran siswa penuh. Kabupaten Aceh Jaya juga mengonfirmasi kegiatan berjalan lancar. SMPN Unggul Calang mencatat 65 siswa hadir tanpa absen, meskipun ada satu sekolah, yakni SMP 1 Jaya, mengalami gangguan jaringan akibat mati listrik pada sesi 1 dan 2. Kejadian tersebut telah dilaporkan ke helpdesk provinsi.
Di Kabupaten Bener Meriah, meskipun sempat terjadi komputer hang/crash dan jaringan lambat di SMPN 2 Timang Gajah, kendala tersebut dapat segera diatasi oleh proktor dan teknisi setempat. Seluruh 89 siswa hadir mengikuti ujian.
Beberapa daerah melaporkan hambatan teknis yang cukup signifikan. Di Kota Banda Aceh, pelaksanaan hari pertama (6 April) sempat terganggu mati lampu di SMPN 3 pada sesi 1 dan 2, sehingga ujian tidak tuntas. Selain itu, SMPN 14 dan SMPN 17 mengalami mati WiFi, dan seorang pengawas di SMP 1 tidak membawa laptop sehingga akunnya terkunci. Namun untuk hari kedua, semua berjalan lancar termasuk di SMPN 6 Banda Aceh dengan jumlah 150 siswa hadir.
Kabupaten Pidie Jaya dilaporkan bahwa pada hari pertama, sejumlah siswa terlambat masuk server karena jaringan lambat sehingga soal tidak terjawab maksimal. Di SMPN 1 Meurah Dua, dua siswa tidak hadir karena tidak melanjutkan sekolah. Yang menarik, pelaksanaan TKA di sekolah ini dilakukan di tenda, mengingat bangunan sekolah tertimbun lumpur dan tidak dapat digunakan. Laptop pun harus meminjam dari guru dan sekolah lain.
Kabupaten Gayo Lues mencatat kejadian khusus di SMPN 4 Blangkejeren yang gagal melaksanakan TKA karena gagal login. Sekolah tersebut telah mengajukan TKA susulan. Sementara itu, di SMPN 1 Blangkejeren, ujian berlangsung dengan moda semi-daring dan 15 siswa hadir.
Di Kabupaten Aceh Utara, SMPN 1 Dewantara melaporkan munculnya notifikasi error 402 saat siswa menekan tombol logout pada sesi 3, namun ujian tetap berjalan aman. SMPN 1 Nisam mencatat dua siswa tidak hadir karena tidak aktif.
Di Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan salah satu kabupaten terdampak parah bencana akhir tahun 2025 lalu, seluruh satuan pendidikan mengikuti TKA, meskipun banyak sarana TIK yang hilang atau rusak dihantam banjir, satuan pendidikan tetap bersemangat mengikuti TKA dengan beragam strategi seperti menumpang ke sekolah lain atau meminjam perangkat. Hal ini juga didukung penuh Dinas Pendidikan kabupaten Aceh tamiang.
Di Kabupaten Aceh Besar, SMPN 1 Peukan Bada sempat mengalami putus jaringan pada pagi hari. Setelah melapor ke Telkomsel dan melakukan reset, jaringan kembali normal. Seluruh 24 siswa hadir.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA hari kedua di Aceh menunjukkan pelaksanaan yang tertib dan penuh integritas. Meskipun ada sejumlah kendala teknis seperti jaringan internet tidak stabil, mati listrik, dan keterbatasan akses Zoom untuk pengawas, sebagian besar dapat diatasi dengan cepat. Beberapa sekolah bahkan mengajukan ujian susulan melalui web TKA untuk mengantisipasi kendala berat. Dinas pendidikan di masing-masing kabupaten/kota terus berkoordinasi melalui grup WhatsApp dan helpdesk untuk memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan adil dan lancar.



